Di kalangan pesantren maupun nahdliyyin pada umummnya,panggilan Gus itu merupakan suatu panggilan kehormatan,sebab panggilan Gus menunjukkan identitas leluhurnya,alias bahwa penyandang panggilan Gus adalah anak seorang Kyai,ulama yang di muliakan,atau kalau bapaknya bukan kyai ya simbahnya,terus simbahnya lagi ,begitu.
Lha ada satu lagi ,kalau manggil orang minang atau bersuku minang dengan Uda berarti itu merupakan panggilan kehormatan ,berarti kita yang manggil bermaksud menghormati dia sebagai suku minang.kemudian ada lagi Abang untuk yang melayu ,atau Mas untuk orang jawa,dan Koh untuk orang Cung hwa atau tiong hoa atau pun chinesse ,hal itu bukan karena kesukuan ataupun rasis,bahkan karena merupakan penghormatan terhadap kebudayaan dan adat mereka berasal.
Mengenai Panggilan Gus
Saya kurang tahu sebenarnya jika bapaknya bukan kyai,tapi ibunya anak kyai apakah masih berhak di panggil Gus,takutnya nanti ada kaidah kaidah yang tidak terpenuhi sebagai Gus.menurut saya khusus untuk yang panggilan Gus ini agak berat songgo nya,apa ya bahasa indonesianya? oh iya ,konsekwensinya,lha Gus itu kan keturunan Kyai,orang pinter bahkan ada yang memiliki derajat ke walian,ya Gus itu di tuntut pinter ngaji,mbukak kitab dan membeber di depan para khalayak ramai jamaah pengajian majelis taklim.
Bahkan saking berat konsekwensi yang di sandang panggilan Gus tersebut hingga ada Gus yang nggak mesantren tapi ya pendidikannya formal formal gitu,enggan di panggil Gus takut di tuntut mbuka kitab dan mulang,bagaimanapun Gus itu adalah manusia biasa ,karena rasa sayang masyarakat hingga panggilan itu di lekatkan,hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya orang islam jawa pada tempo dahulu sangat menghargai dan menyayangi Kyainya,dan rasa sayang tersebut meluber hingga anak turunnya,sehingga walaupun anak turunnya nggak meneruskan tradisi ke Kyai nan Mbahnya tetep saja di panggil Gus,sebagai rasa sayang masyarakat terhadap Mbahnya sang Gus tersebut.