Tuesday, December 18, 2012
hudur
Langit,bumi udara air tanah rumput kayu lantai pohon ikan kolam atap rumbia kursi rotan jembatan kecil karpet lemari kayu besar biola celo bas betot rebana komputer speaker bantal selimut lukisan dinding jangkrik rambutan embun matahari kucing ayam semut kopi gelas obeng peci speaker cok sambung mouse ,ah rasanya segelas kopi belum cukup mengusir rasa kantukku .....semalam aku tidak nyenyak tidur,aku banyak terbangun tapi,alhamdulillah banyak nikmat yang bisa kurasakan
Mati......
Untuk sesaat nyawaku pergi dari tubuh jasadiyah ku,kulihat dimensi astral yang lain yang tak kusaksikan saat jiwaku menetap di badanku,aku tidak menyangka ada sisi lain di alam yang selalu kulihat dengan mata telanjangku yang amat sangat berbatas.........
Sebuah cinta......
Sosok itu ..........,begitu lekat dalam ingatanku,ketika pertama kali bertemu,seakan seperti sebuah takdir dan skenario yang tak kumengerti,melihatmu .....aku langsung terpesona oleh keindahanmu,sosok mu yang misterius dan dingin justru menjadikanmu menarik di banding beberapa wanita yang mencoba menarik perhatianku,dari jauh aku melihatmu,namun aku tak berani mendekatimu,waktu itu aku ajukan cintaku padamu,tapi aku sungguh merasa bodoh,karena aku tidak berani mengatakannya langsung di depanmu tentang perasaanku padamu,aku begitu hancur dan rapuh ketika menerima penolakanmu,aku sempat kecewa dan bertanya.......ini kah rasanya sakit di tolak........untunglah Tuhan Tidak membiarkanku lama larut dalam rasa kecewa akan patah hati,karena akhirnya aku temukan tambatan hati di seberang pulau yang mampu membuatku jatuh cinta dan melupakanmu......ya dialah ibu dari anak-anakku.....tapi bagaimanapun kenangan itu sangat berharga bagiku,mengenang patah hatiku yang kesekian kali........
saat itu.....jogjakarta 2008......
saat itu.....jogjakarta 2008......
Pagiku......
Udara pagi,terasa begitu dingin menusuk sampai ke tulang sumsumku,membuatku serasa menggigil,segelas kopi panas,belum cukup rasanya untuk mengusir rasa dingin ini,inginku meringkuk lagi di dalam selimut yang hangat,tapi itu sebuah keniscayaan yang tidak boleh aku lakukan,aku harus segera bangkit dan kusongsong datangnya hari ini seiring dengan terbitnya matahari pagi..........
Rumah kecil itu.......
Rumah Kecil itu dari kayu beratapkan seng,menurutku lebih tepat di sebut billik daripada sebuah rumah,berada di tengah hutan,di depannya membentang aliran sungai kecil,yang entah bermuara dari mana,gemericik air begitu terasa dengan bunyi yang begitu menyejukkan,jauh dari bisingnya kota dan debu,Rumah kecil yang kesepian di tengah hutan,entah cerita apa yang bisa engkau ceritakan,engkau telah menjadi saksi dari berbagai macam kehidupan,seandainya engkau dan aku bisa berbicara dengan bahasa yang sama,mungkin aku akan mendengarkan ceritamu.............
tak biasa untuk yang tak biasa
Kemudian aku pun beranjak pergi,meninggalkan tempat itu tanpa menoleh lagi,pandanganku lurus ke depan,dalam hati aku bertekad bahwa aku harus memandang ke depan,tidak menoleh ke belakang,di mana masa lalu yang hitam kelam ,sudah kulupakan dan tidak tersisa dalam ingatanku,hal itu merusak,aku sekarang telah terlahirkan kembali,karena masalaluku sudah ku kubur dalam-dalam.......
Aku berjalan,menyusuri pematang sawah di desaku......aku merasa bersyukur akan nikmatnya udara dan bau tanah di ladang dan sawah ini
Lelah.....
Kehidupan di dunia ini melelahkan,padahal perjalanan masih amat panjang,ini masih di pengembaraan ,perjalanan,belum sampai ke rumah yang sejati,ini bukan rumahku ini bukan tempatku,tempatku bukan di sini,ini adalah persinggahanku,aku kebingungan,aku kelelahan,aku ingin beristirahat,tapi beban masih dipundak,beban masih di tanggungkan kepadaku ,aku tak bisa menolak dan takkuasa menolak,karena bahkan aku pun tak punya kuasa atas diriku sendiri,aku ingin pulang ke tempat aku seharusnya berada ,aku ingin menikmati perjalanan ini,tapi aku takut,aku terlalu senang hingga aku lupa bahwa perjalananku belum berakhir......
Untukmu Wahai Kekasihku
Telah 10368000 detik,hah kenapa detik?,iya karena 1 detik sangat berarti bagiku, aku tidak menjumpai jasadmu,wahai kekasih ku......,segumpal rindu ah bukan.....bergumpal-gumpal rindu mengumpul di dadaku,seolah menunggu terbuka katupnya untuk kemudian tercurahkan.mawar itu telah layu,menunggu sang pemilik yang tak kunjung datang,harumnya pun sudah berkurang,akan tetapi ada suatu unsur yang tidak nampak,yang membuat mawar layu ini tetap bertahan,walau dengan segenap susah payah dan engah yang tertahan.......
wahai kekasih.....aku di sini menunggu perjumpaan denganmu wahai yang kurindu.......
Elegi sang santri bathin
Sang santri mengembara mencari jejak-jejak Tuhan melewati makam demi makam sang pecinta Tuhan yang telah di panggil untuk menghadap Sang Pemilik jiwa,Sang Pecinta Tuhan yang keberadaan jasadnya tidak terkenal,tersembunyi di balik puluhan makam yang lain,itulah cobaan bagi sang santri ,bagi kesungguhanya menapaki jejak-jejak cinta Sang pecinta yang telah tiada secara lahir tapi cinta nya selalu abadi,bagaikan pegangan tali yang sambung menyambung bagi jiwa yang merindu.......
![]() |
| Perjalanan Para Pencari |
Subscribe to:
Posts (Atom)




