Seumur hidup rasanya aku ini tersesat,mungkin kalo sampai mati aku nggak bertemu dengan pembimbing perjalanan hidupku yang menunjukkan jalan ku pulang,aku bakalan muter muter saja nggak bakal sampai rumah,ya mungkin waktuku habis di perjalanan,yang namanya tersesat bagaimana sih rasanya?,ya bingung ya capek ya sedih ya penat,tapi brengseknya si provokator di dalam intern diriku ini selalu membuatku bingung sehingga malah salah jalan dan walhasil ya tersesat lagi,makin lama jalanku untuk pulang.
"Tanpa Pembimbing perjalanan selama 2 tahun akan memakan waktu 200 tahun" begitulah kata kata bijak yang pernah saya dengar mengenai perlunya penunjuk jalan,habis waktu kita nabrak sana nabrak sini hingga akhirnya pulang dalam keadaan benjol benjol

No comments:
Post a Comment