Hingga suatu saat saya baru menyadari akan kentalnya ke NU an di keluarga saya ,terutama pihak ibu yang cucu pendiri NU kecamatan Subah Pada Tahun 1954 setelah sebelumnya NU masih bergabung dengan Masyumi.
Ibu saya adalah guru agama SD ,yang sangat NU banget amalannya,beliau tidak banyak bicara soal agama ,ibu lebih ke pendiam.
Ketika saya telusuri memang kakek dari ibu dan kakek dari nenek adalah seorang Kyai ,yang pernah berjuang melawan penjajah,dalam wadah NU tentunya seperti laskar Hizbullah dan sebagainya.
Pada masa kuliah saya yang waktu itu mendapat pemikiran baru tentang islam banyak mengkritik amalan amalan orang NU di desa seperti tahlilan yasinan dan lain sebagainya.
belakangan malah banyak peristiwa yang membuat saya lebih cocok dengan sistem yang ada di NU.
No comments:
Post a Comment