Wednesday, December 30, 2015

Cerita Simbah............(Menapaki sejarah leluhur )

Ada satu hal yang misterius kenapa canggah saya dari pihak ibu exodus dari surakarta ke daerah limpung,menurut nenek dan paman bahwa sebenarnya canggah (di atasnya buyut ) adalah orang keraton solo entah alasan apa yang membuat beliau pergi dari surakarta menuju tempat kelahiranku sekarang ini.

Anaknya Canggah yaitu Mbah Buyutku dari pihak ibu ,kenapa hanya dari pihak ibu yang saya bahas ? karena dari pihak ayah saya lebih nggak jelas lagi,hanya sampai kakek saja,sebetulnya saya sesalkan kenapa mereka tidak mendokumentasikan silsilah dan asal usul mereka,sehingga anak cucunya yang kebetulan hobi dengan ilmu sejarah bisa menapak tilas jejak leluhur.

saudara saya yang lain mereka tidak peduli akan sejarah moyang mereka.

Kembali ke cerita nenek adik dari kakek pihak ibu,

Kakek Buyut pada jaman belanda adalah seorang Guru ,akan tetapi melarang anaknya yaitu kakek saya untuk menjadi pegawai negeri ,karena hanya akan menjadi kacungnya londho,kakek saya di ceritakan pas jaman perang malah pergi suluk ,selama 40 hari hanya makan pisang ,sehari 1 buah pisang.

Pas Jaman muda bertapa bersama kedua temannya ,di ceritakan saat bertapa ada suara yang mengatakan bahwa ketiga orang itu telah mencapai level Tuhan ,Lha kok mirip cerita Syaikh Abdul Qodir ya waktu ada iblis mau nipu beliau terus beliau tahu kemudian di bentaknya setan tersebut,kembali ke kakek buyut dan ke 2 temannya.
teman yang satu percaya dan menjadi seorang kejawen yang pada saat mau meninggal meramalkan saat kematiannya sendiri ,anehnya pas mau mati nggak jadi hari itu ,sampai nanggap barongan cerita orang-orang dulu,mau meninggal nanggap barongan.walaupun akhirnya meninggal juga.

Teman yang satunya lagi malah menjadi pemeluk hindu ,orangnya baik bahkan saya pernah berjumpa saat masih kecil ketika saya ikut ibu saya ngajar di SD ,karena beliau menjadikepala sekolah ibu saya.



Kakek buyut terkenal dengan sebutan Mbah Guru ,karena selain sebagai guru sekolah juga guru ngaji anak-anak di kampung,yang katanya terkenal galak karena nggak boleh salah sedikitpun dalam pelafalan,sehingga bahkan cucunya sendiri nggak tahan di ajar beliau,hanya cucu nomer 1 saja yang kuat,ibu saya termasuk agak kuat tapi ya nggak kuat banget,apalagi pak lek saya.mana tahaaaan.
Pada jaman kakek buyut saya orang di desa itu masih jarang yang sholat,pondok pesantren belum musim di daerah saya,walaupun 10 km dari desa saya dulu pernah jadi basis perjuangan Kyai Ahmad Rifa'ai pahlawan nasional yang makamnya ada di manado karena oleh belanda di buang ke sana.

Suatu saat ketika nenek muda mendapati bahwa di depan namanya ada tulisan Rr,atau Raden Roro ,sedangkan depan nama kakek saya Rm atau Raden Mas,ketika di konfirmasikan kepada kakek buyut beliau menjawab nggak usah raden radenan , tiap ada kelahiran anak-anak, beliau tidak pernah melaporkan ke keraton.
hingga sampai sekarang sejarah asal usul keluarga saya dari pihak ibu masih gelap dan misterius.

Saya penasaran apa penyebab kakek canggah saya pergi dari solo ke limpung ?, apakah kakek canggah saya melakukan kesalahan ?

menurut cerita terakhir dari nenek bahwa sanya kakek canggah adalah seorang mantri garam jaman belanda.

bagaimanapun sebagai seorang keturunan saya hanya bisa berkirim do'a agar apabila ada kesalahan yang di lakukan leluhur saya mohon mereka di ampuni ALLAH SWT......
Khususon ila ruhi Mbah Buyut Kyai Shobari Bin Raden Musa Al fatehah .........

No comments:

Post a Comment